Sekarang kamu sudah tahu siapa market kamu, apa masalah mereka yang ingin kamu selesaikan, dan ide solusi yang sudah kamu buat di sesi sebelumnya. Selanjutnya kita akan belajar bagaimana cara mengembangkan produk. Pengembangan produk adalah langkah penting untuk menciptakan produk tidak hanya berfungsi dengan baik tetapi juga laku dan diminati di pasaran. Modul ini akan membahas dua aspek utama dalam pengembangan produk: Merancang Produk (Konten) dan Merancang Kemasan (Konteks). Yuk, kita mulai!
Merancang produk adalah proses menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.Jika produk sudah berhasil membuat pembeli terkesan atau terselesaikan masalahnya, maka dia akan melakukan pembelian berulang atau merekomendasikan produkmu. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam merancang produk, yaitu kelayakan, standarisasi, dan nilai tambah.
Kelayakan produk adalah penilaian apakah produk dan jasa yang kita tawarkan sudah cukup layak dan diterima oleh konsumen. Ini mencakup analisis apakah produk tersebut memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta apakah pelanggan bersedia membayar untuk produk tersebut. Produk tersebut tidak harus selalu premium ataupun berkualitas tinggi. Ingat! Selalu sesuaikan produk dengan daya beli dan segmen pasar.
Standarisasi adalah proses menetapkan standar kualitas untuk produk yang akan diproduksi. Standar ini mencakup spesifikasi teknis, bahan baku, proses produksi, dan pengujian kualitas. Dengan menetapkan standar yang jelas, kamu bisa memastikan bahwa produk yang dihasilkan konsisten dan memenuhi harapan pelanggan. Jangan sampai produk atau jasa yang kamu berikan berubah- ubah rasa, bentuk, atau kualitasnya.
Standarisasi juga membantu dalam meningkatkan efisiensi produksi. Dengan memiliki standar yang jelas, kamu bisa mengurangi variabilitas dalam proses produksi dan meningkatkan produktivitas. Misalnya, dengan menetapkan standar ukuran dan bahan untuk kaos, kamu bisa mempercepat proses produksi dan menghitung jumlah bahan baku yang diperlukan.
Nilai tambah adalah fitur atau manfaat tambahan yang membuat produk lebih menarik bagi pelanggan. Nilai tambah bisa berupa kualitas yang lebih baik, fitur tambahan, atau layanan purna jual yang memuaskan. Dengan menawarkan nilai tambah, kamu bisa membedakan produkmu dari kompetitor dan menarik lebih banyak pelanggan.
Misalnya, kamu bisa menambahkan nilai tambah berupa kemasan yang bisa digunakan kembali. Nilai tambah juga bisa berupa pengalaman pelanggan yang lebih baik. Misalnya, memberikan layanan pelanggan yang responsif, pengiriman yang cepat, atau garansi produk. Dengan menawarkan pengalaman pelanggan yang lebih baik, kamu bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas merek.
Dengan menawarkan nilai tambah, kamu bisa membuat pelanggan menjadi loyal dan tidak melihat produkmu dari harga jualnya saja, namun juga layanan dan nilai tambahnya.
Merancang kemasan adalah proses menciptakan kemasan yang menarik dan fungsional untuk produk. Kemasan yang baik tidak hanya melindungi produk, tetapi juga menarik perhatian pelanggan dan memperkuat identitas merek. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam merancang kemasan, yaitu merek dan brand identity.
Merek adalah nama, simbol, atau desain yang membedakan produkmu dari produk lain. Merek yang baik harus mudah diingat, mudah ditulis, terasosiasi dengan produk, unik, dan sebaiknya tidak mengandung angka. Merek yang kuat bisa meningkatkan daya tarik produk dan membangun loyalitas pelanggan.
Merek yang mudah diingat akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh pelanggan. Pilihlah nama yang singkat, sederhana, dan mudah diucapkan. Umumnya merek yang baik adalah merek yang terdiri dasi 2 hingga maksimal 4 suku kata. Misalnya Puma, Adidas, dan Pertamina
Merek yang mudah ditulis akan memudahkan pelanggan untuk mencari dan merekomendasikan produkmu. Hindari penggunaan kata-kata yang sulit dieja atau memiliki banyak variasi penulisan. Usahakan apa yang terucap sama dengan apa yang di tulis. Misalnya, nama merek “EZ” lebih mudah bila menggunakan “Izi” lebih mudah ditulis dibandingkan dengan nama yang memiliki ejaan yang rumit.
Merek yang terasosiasi dengan produk akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh pelanggan. Pilihlah nama yang mencerminkan produk atau nilai yang ingin kamu sampaikan. Misalnya, nama merek “chocomania” atau “ciscake lumer” bisa mencerminkan makanan dengan bahan spesifik.
Merek yang unik akan membedakan produkmu dari kompetitor dan menarik perhatian pelanggan. Hindari penggunaan nama yang terlalu umum atau mirip dengan merek lain. Misalnya, nama merek “barokah” , “Sukses”, “Abadi”, adalah nama merek terlalu banyak dipakai. Merek yang tidak unik atau menjiplak juga tidak bisa didaftarkan.
Merek yang mengandung angka akan lebih sulit diingat oleh pelanggan. Hindari penggunaan angka dalam nama merek kecuali jika angka tersebut memiliki makna khusus. Misalnya, di Jogjakarta banyak Bakpia yang menggunakan angka sebagai mereknya, misal Bakpia 77, Bakpia 88, Bakpia 75. Hal ini membuat orang salah membeli.
Brand identity adalah elemen visual dan desain yang mencerminkan identitas merek. Brand identity mencakup warna, kemasan, dan konsistensi dalam semua elemen visual. Brand identity yang kuat bisa meningkatkan daya tarik produk dan membangun loyalitas pelanggan.
Warna adalah elemen penting dalam brand identity karena bisa mempengaruhi persepsi dan emosi pelanggan. Pilihlah warna yang mencerminkan nilai dan kepribadian merek. Misalnya, warna hijau bisa mencerminkan produk yang ramah lingkungan, hitam mencerminkan elegan, sementara warna merah bisa mencerminkan energi dan semangat.

Kemasan adalah elemen penting dalam brand identity karena bisa menarik perhatian pelanggan dan melindungi produk. Pilihlah desain kemasan yang menarik, fungsional, dan mencerminkan identitas merek. Misalnya, kemasan dengan desain yang modern dan ramah lingkungan bisa menarik pelanggan yang peduli dengan lingkungan.
Konsistensi adalah kunci dalam membangun brand identity yang kuat. Pastikan semua elemen visual, seperti logo, warna, dan desain kemasan, konsisten di semua saluran pemasaran. Dengan menjaga konsistensi, kamu bisa membangun identitas merek yang kuat dan mudah dikenali oleh pelanggan.
Pengembangan produk adalah langkah penting dalam menciptakan produk yang sukses dan diminati oleh pasar. Dengan merancang produk yang layak, standar, dan memiliki nilai tambah, serta merancang kemasan yang menarik dan memperkuat identitas merek, kamu bisa menciptakan produk yang unggul dan memenangkan persaingan di pasar.