Bisnis tidak hanya tentang menjual produk, dibalik layar ada sistem yang perlu dibangun agar untuk memastikan semua kegiatan berjalan lancar dan efisien. Modul ini akan membahas sistem di balik layar sebuah bisnis yaitu: Key Activities, Key Resources, Key Partners, dan Struktur Organisasi. Yuk, kita mulai!
Key Activities atau aktivitas kunci adalah kegiatan utama yang harus dilakukan oleh bisnis untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan mencapai tujuan bisnis. Kegiatan ini mencakup semua proses dan tugas yang penting untuk operasional bisnis sehari-hari. Kamu bisa menanyakan kepada diri sendiri “Apa kegiatan di bisnis yang jika dihilangkan, maka bisnis tidak bisa berjalan?”. Key Activities bisa sangat beragam tergantung bisnisnya, namun umumnya paling tidak ada 3 hal yang esensial.
Produksi adalah salah satu kegiatan utama dalam bisnis yang menghasilkan produk atau layanan. Misalnya, dalam bisnis makanan ringan, kegiatan produksi mencakup pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, dan penyimpanan. Di bisnis teknologi, proses produksi bisa berarti pembuatan website, aplikasi, dan lain-lain. Begitu juga dengan bisnis jasa, kegiatan memenuhi kebutuhan konsumen juga termasuk produksi.
Pemasaran adalah kegiatan yang bertujuan untuk menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan penjualan. Ini mencakup strategi promosi, iklan, dan hubungan pelanggan. Pemasaran yang efektif membantu bisnis untuk menjangkau target pasar dan membangun merek yang kuat. Misalnya, menggunakan media sosial untuk mempromosikan layanan bimbingan belajar dengan menawarkan diskon khusus untuk pendaftaran awal.
Distribusi adalah kegiatan yang memastikan produk sampai ke tangan pelanggan dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik. Ini mencakup pengelolaan rantai pasokan, logistik, dan pengiriman.
Key Resources atau sumber daya kunci adalah sumber daya utama yang dibutuhkan oleh bisnis untuk menjalankan kegiatan utamanya. Sumber daya ini bisa berupa fisik, intelektual, manusia, atau finansial.
Sumber daya fisik mencakup semua aset fisik yang digunakan dalam operasional bisnis, seperti pabrik, mesin, dan peralatan. Misalnya, dalam bisnis percetakan, sumber daya fisik mencakup mesin cetak, kertas, dan tinta.
Sumber daya intelektual mencakup aset tidak berwujud seperti merek, paten, dan hak cipta. Sumber daya ini penting untuk melindungi inovasi dan menciptakan keunggulan kompetitif. Misalnya, dalam bisnis aplikasi mobile, source-code dan desain antarmuka pengguna adalah sumber daya intelektual yang berharga.
Sumber daya manusia mencakup semua karyawan dan tenaga kerja yang terlibat dalam operasional bisnis. Karyawan yang terampil dan berpengalaman adalah aset penting yang membantu bisnis untuk mencapai tujuannya. Misalnya, dalam bisnis restoran, koki yang berpengalaman dan staf pelayanan yang ramah adalah sumber daya manusia yang penting.
Key Partners adalah pihak-pihak eksternal yang bekerja sama dengan bisnis untuk mencapai tujuan bersama. Kemitraan ini bisa mencakup pemasok, distributor, atau mitra strategis
Pemasok adalah pihak yang menyediakan bahan baku atau komponen yang dibutuhkan oleh bisnis untuk produksi. Kemitraan yang baik dengan pemasok membantu bisnis untuk mendapatkan bahan berkualitas dengan harga yang kompetitif. Misalnya, pemasok bahan baku organik adalah mitra penting dalam bisnis makanan sehat.
Distributor adalah pihak yang membantu bisnis untuk mendistribusikan produk ke pelanggan. Kemitraan dengan distributor yang andal membantu bisnis untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan. Misalnya, bekerja sama dengan toko buku untuk menjual novel yang diterbitkan sendiri.
Mitra strategis adalah pihak yang bekerja sama dengan bisnis untuk mencapai tujuan jangka panjang. Kemitraan ini bisa mencakup kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan, pemasaran bersama, atau proyek-proyek inovatif lainnya. Misalnya, bekerja sama dengan universitas untuk mengembangkan teknologi baru dalam bisnis perangkat lunak.
Selain mempelajari 3 Kunci bisnis. Kita juga perlu mempelajari struktur organisasi.
Struktur organisasi adalah kerangka kerja yang menentukan bagaimana tugas dan tanggung jawab dibagi dalam bisnis. Tanpa struktur organisasi, aktivitas dalam bisnis akan menjadi kacau karena ketidak jelasan peran dan tugas.
Yuk kita coba buat Struktur Organisasi bersama- sama
Langkah pertama adalah menulis semua aktivitas yang ada di bisnismu. Buat daftarnya secara detail baik dari produksi, marketing, administrasi dan lain sebagainya. Setelah itu silahkan kelompokkan aktivitas-aktivitas yang sejenis.
b. Job Position
Job Position adalah posisi atau peran dalam organisasi yang menunjukkan tanggung jawab atas tugas-tugas tertentu. Kamu bisa mulai memberikan nama untuk posisi yang bertanggung jawab terhadap kelompok aktivitas yang sudah kamu buat.
Usahakan Setiap Job Position memiliki peran dan tanggung jawab yang spesifik. Misalnya, Chief Executive Officer (CEO) bertanggung jawab terhadap semua hal yang bersifat strategis seperti membuat perencanaan dan memastikan seluruh aktivitas berjalan dengan baik.
Chief Marketing Officer (CMO), mengerjakan aktivitas yang berkaitan dengan pemasaran dan penjualan. Chief Financial Officer (CFO) mengerjakan aktivitas yang berhubungan dengan keuangan. Dan masih banyak Job Position yang lain.
Struktur Organisasi adalah susunan tingkat kekuasaan dan tanggung jawab dalam organisasi. Struktur hierarki yang jelas membantu dalam pengambilan keputusan dan koordinasi antar departemen. Struktur organisasi harus dibuat dalam bentuk bagan. Dengan membuat bagan struktur organisasi, kita bisa mengetahui tingkatan dan garis komando secara jelas.
Saat memulai bisnis, bisa jadi satu orang akan memegan beberapa Job Position sekaligus. Hal ini adalah hal yang cukup lumrah. Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangya bisnis, Posisi ini nantinya bisa didelegasikan kepada orang lain.
Operasi bisnis adalah aspek penting dalam menjalankan bisnis yang efisien dan sukses. Dengan memahami dan mengelola Key Activities, Key Resources, Key Partners, dan