Setelah menjalankan bisnis, teman-teman akan dihadapkan dengan tantangan yang beragam. Salah satu tantangan yang sering terjadi adalah. “Bagaimana caranya menaikkan keuntungan usaha”
Ya! Mencetak keuntungan usaha adalah tujuan utama dari setiap bisnis. Tanpa adanya keuntungan, bisnis akan sulit bertumbuh dan bahkan bisa terjadi kebangkrutan atau bahkan meninggalkan hutang.
Ada berbagai strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan keuntungan, namun dalam video kali ini, kita akan mempelajari 5 Cara menaikkan keuntungan usaha.
Agar lebih mudah dalam mempelajari mari kita belajar dengan sebuah cerita simulasi.
Kamu dan tim berjualan produk dengan detail sebagai berikut:
Untuk bisa membayar gaji, sewa, dan pengembangan bisnis. Senilai Rp 20.000.000 Perbulan.
Saat ini per harinya kamu hanya mampu menjual 5 produk dalam sehari. Dalam sehari rata-rata ada 100 Orang yang berkunjung. Satu orang membeli satu produk, dan dalam sebulan, selalu ada yang melakukan pembelian ulang.
Kamu dan tim mu berjualan produk di sebuah Mall / pusat perbelanjaan terbesar di kotamu. Kamu menyewa satu toko kecil tepat di bawah eskalator atau tangga. Masalahnya tempatmu bukan tempat yang sering dilalui orang.
Bagaimana agar kamu bisa mencapai target keuntungan Rp 20.000.000 per bulan?
Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah Menaikkan jumlah calon pembeli atau dalam bahasa marketing sering disebut dengan leads. Leads adalah individu atau organisasi yang menunjukkan minat terhadap produk atau layananmu dan memiliki potensi untuk menjadi pelanggan. Semakin banyak orang yang datang ke tokomu dan tertarik untuk bertanya tentang produkmu, maka peluang produk terjual juga semakin besar. Itu artinya profitmu juga akan meningkat.
Jika sehari yang datang ke tokomu hanya 100, peluang produkmu terjual hanya terbatas pada 100 orang tersebut. Tapi bayangkan jika kamu berhasil mendatangkan 1.000, 2.000, atau 5.000, dalam sehari. Berapa banyak kemungkinan produkmu akan terjual?
Tapi Bagaimana caranya banyak orang yang tahu dan tertarik untuk datang ke tokomu?
Jawabannya adalah melakukan Promosi. Kamu bisa melakukan promosi melalui iklan di media social, endorsement dengan mengundang influencer, atau sekedar membuat brosur dan mebagikannya ke orang orang yang ada di mall.
Coba tuliskan idemu untuk mendatangkan banyak orang!
Dari banyaknya orang yang datang dan tertarik, semua itu akan sia sia jika kita tidak mampu mengubah Leads menjadi pembeli. Artinya kamu perlu melakukan upaya agar orang yang sudah tertarik akhirnya mau bertransaksi. Perbandingan antara orang yang beli dan orang yang tertarik biasa disebut dengan closing rate. Closing rate biasanya dituliskan dalam bentuk persentase. Meningkatkan closing rate berarti meningkatkan jumlah leads yang akhirnya melakukan pembelian.
Misalnya dari 100 orang yang datang, yang beli adalah 5 orang. Artinya closing rate-mu sebesar 5%. Jika yang beli 20, maka C]closing rate-mu 20%. Begitu pula seterusnya.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan closing rate, misalnya kamu bisa memberikan sampel untuk dicoba. Kamu juga bisa memberikan penawaran menarik yang bisa membuat calon pelanggan mau membeli.
Kamu juga perlu melatih tim penjualan untuk bisa meyakinkan calon pembeli bahwa mereka membutuhkan produkmu.
Cara ke tiga adalah menaikkan rata-rata nilai transaksi. Pernah mendengar pelayan mini market berkata “Mau sekalian pulsanya? Atau mau beli produk di depan saya yang sedang diskon?”
Setiap kali membeli biasanya kita ditawari untuk menambah jumlah produk atau nominal transaksi. Tujuannya tidak lain adalah menaikkan keuntungan. Bayangkan jika setiap hari ada 10 orang yang beli. Mana yang lebih menguntungkan, setiap orang belanja dengan nominal 50.000 atau 100.000? Tentu yang 100.000 bukan.
Jika 10 orang masing masing belanja 50.000 maka kita akan mendapatkan 500.000, sedangkan jika masing masing belanja 100.000, kita akan mendapat omset 1.000.000
Kamu bisa menawarkan pembeli untuk membeli lebih banyak, membeli ukuran lebih besar, atau membeli produk lain yang mungkin ia butuhkan.
Menaikkan frekuensi pembelian berarti mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian lebih sering. Ini bisa dilakukan dengan berbagai strategi pemasaran dan promosi. Misalnya, pelangganmu membeli produkmu rata-rata 1 kali dalam 2 bulan. Akan lebih menguntungkan jika kamu bisa membuatnya membeli 1 kali dalam sebulan atau bahkan 4 kali dalam sebulan.
Caranya adalah dengan membuat program loyalitas dan memberikan penawaran melalui pesan singkat maupun email secara berkala.
Cara terakhir agar bisnismu semakin untung adalah dengan menaikkan margin profit atau presentase keuntungan tiap penjualan. Untuk bisa menaikkan keuntungan, kamu tidak selalu harus menaikkan harga. Kamu bisa juga melakukan strategi menurunkan HPP produk agar margin profitmu semakin tebal.
Caranya bisa bermacam macam, mulai dari efisiensi biaya operasional, negosiasi dengan pemasok, hingga Pengelolaan Keuangan yang Baik
Berikut adalah contoh perubahan omset setelah menerapkan 5 cara menaikkan keuntungan usaha:


Menaikkan keuntungan usaha adalah tujuan utama dari setiap bisnis. Dengan menerapkan strategi untuk menaikkan jumlah calon pembeli, menaikkan closing rate, menaikkan rata-rata nilai transaksi, menaikkan frekuensi pembelian, dan menaikkan margin profit, kamu bisa meningkatkan keuntungan bisnismu secara signifikan. Selamat mencoba dan semoga sukses!