Modul pembelajaran 16: Literasi Keuangan
Sebagai Entrepreneur, literasi keuangan adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari. Tanpa pengetahuan keuangan yang baik, kita bisa saja menjalankan bisnis dengan asal-asalan yang bisa menyebabkan kerugian, terjebak dalam hutang yang tidak terkontrol, bahkan bisa menyebabkan kebangkrutan.
Pada modul kali ini kita akan belajar hal-hal yang wajib dilakukan oleh Entrepreneur terkait pengelolaan keuangan dan 3 jenis laporan keuangan.
4 Hal yang Wajib Dilakukan
Hal pertama yang perlu kamu tanamkan adalah bahwa uang yang ada di bisnis bukan sepenuhnya milikmu. Banyak bisnis yang bangkrut karena pemiliknya menggunakan uang bisnis untuk keperluan pribadi secara sembarangan. Begitu juga sebaliknya, uang pribadimu tidak boleh digunakan untuk bisnis tanpa pencatatan yang jelas, apakah uang tersebut tercatat sebagai modal atau pinjaman perusahaan kepadamu.
Yang harus kamu lakukan adalah memisahkan rekening pribadi dengan rekening perusahaan. Jika belum memiliki PT, kamu bisa menggunakan rekening atas nama pribadi yang dikhususkan untuk usahamu.
Ingat juga untuk menentukan besaran gaji untuk diri sendiri. Jangan menghabiskan semua profit, buat batasan berapa uang yang bisa kamu gunakan untuk gaji sehingga sisa keuntungan lainnya bisa digunakan untuk mengembangkan usaha agar lebih besar lagi.
Buatlah catatan untuk semua transaksi yang masuk maupun keluar. Catatan ini menjadi dasar untuk membuat laporan keuangan. Minimal catat tanggal, nama transaksi, nominal transaksi, dan jenis transaksi (pemasukan/pengeluaran).
Bisnis yang baik adalah bisnis yang bisa bertahan lama. Ada kalanya kita dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan perusahaan merugi atau tidak bisa menghasilkan pemasukan, seperti saat pandemi Covid-19. Saat bisnis mendapat keuntungan, sisihkan sebagian untuk dana darurat. Caranya, hitung kebutuhan operasional per bulan lalu kalikan dengan jangka waktu yang menurutmu cukup untuk bertahan. Bisa 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, atau berapapun yang menurutmu cukup.
Saat mengelola keuangan, kamu harus tahu apa yang menjadi tujuan, prioritas, dan risiko bisnis. Memahami tujuan memberikan arah kepada aktivitas keuangan bisnis, seperti untuk apa keuntungan akan digunakan dan berapa biaya operasional yang dibutuhkan. Memahami prioritas memberikan kita acuan tentang apa yang harus didahulukan untuk dipenuhi dengan uang yang kita punya saat ini. Sedangkan dengan memahami risiko, kita bisa bersiap untuk skenario terburuk yang bisa terjadi.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah dokumen yang menyajikan informasi tentang kondisi keuangan suatu perusahaan atau organisasi pada periode tertentu. Laporan ini sangat penting karena memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana uang masuk dan keluar dari bisnis, serta bagaimana aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan dikelola
Untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat, kita harus memahami dan bisa memanfaatkan tiga jenis laporan keuangan yaitu Arus Kas, Laba Rugi, dan Neraca. Mari kita bahas satu persatu
Arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar kas dalam suatu periode tertentu. Bayangkan kamu sedang mengendarai motor. Laporan arus kas berfungsi seperti indikator bensin, menunjukkan seberapa banyak bahan bakar yang kamu miliki untuk menjalankan bisnis.
Laporan ini sangat penting karena memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Arus kas dibagi menjadi tiga bagian utama: arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan.
Laporan laba rugi, juga dikenal sebagai laporan pendapatan, adalah laporan keuangan yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini mencakup pendapatan, biaya, dan laba atau rugi yang dihasilkan oleh perusahaan. Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima dari penjualan barang atau jasa, sedangkan biaya adalah pengeluaran yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Laba atau rugi dihitung dengan mengurangkan total biaya dari total pendapatan.
Laporan laba rugi sangat penting karena memberikan informasi tentang profitabilitas perusahaan. Dengan menganalisis laporan ini, manajemen dapat mengevaluasi kinerja operasional perusahaan dan membuat keputusan strategis untuk meningkatkan profitabilitas.
Neraca, juga dikenal sebagai laporan posisi keuangan, adalah laporan keuangan yang menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca terdiri dari tiga bagian utama: aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dan diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan, seperti kas, piutang, dan persediaan. Kewajiban adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar di masa depan, seperti utang dan pinjaman. Ekuitas adalah sisa kepemilikan pemilik dalam perusahaan setelah mengurangi kewajiban dari aset.
Neraca sangat penting karena memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu.
Manfaat Laporan Keuangan:
Dengan menggunakan laporan keuangan, kita bisa:
Kesimpulan:
Literasi keuangan adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari oleh seorang entrepreneur. Mulai dari memisahkan keuangan, melakukan pencatatan, menyisihkan keuntungan untuk dana darurat hingga memahami tujuan, prioritas, dan risiko.
Selain itu, kita juga perlu mengetahui tiga jenis laporan keuangan yaitu arus kas, laba rugi, dan neraca. Kita tidak perlu bisa membuat tiga laporan tersebut sendiri, banyak jasa akuntan atau aplikasi yang bisa mengerjakannya untuk kita. Yang terpenting, kita bisa membaca, memahami, dan mengambil keputusan berdasarkan laporan tersebut.