Selain mempelajari calon pelanggan,sebagai entrepreneur kita juga harus bisa mempelajari kompetitor kita. Dengan mengetahui siapa saja kompetitor, solusi apa saja yang sudah ada, apa yang mereka lakukan dengan baik, dan di mana kelemahan mereka, kamu bisa menyusun strategi yang lebih efektif. Modul ini akan membahas cara meriset kompetitor dengan detail. Yuk, kita mulai!
Langkah pertama dalam meriset kompetitor adalah menentukan siapa saja kompetitor kamu. Kompetitor bisa dibagi menjadi dua jenis: kompetitor langsung dan kompetitor tidak langsung. Mengetahui perbedaan antara keduanya akan membantu kamu dalam menyusun strategi yang lebih tepat.
Kompetitor langsung adalah bisnis yang menawarkan produk atau layanan yang sama dengan target pasar yang sama. Mereka adalah pesaing utama kamu karena mereka bersaing langsung dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan. Misalnya, jika kamu menjual boba tea, kompetitor langsungmu adalah toko boba tea lain di daerah yang sama.
Mengetahui siapa kompetitor langsung sangat penting karena mereka adalah pesaing utama yang harus kamu hadapi. Kamu perlu memahami strategi pemasaran, harga, dan kualitas produk mereka. Dengan begitu, kamu bisa menemukan cara untuk membuat produk atau layananmu lebih unggul dibandingkan mereka.
Kompetitor tidak langsung adalah bisnis yang menawarkan produk atau layanan yang berbeda tetapi masih memenuhi kebutuhan yang sama dari target pasar yang sama. Misalnya, jika kamu menjual boba tea, kompetitor tidak langsungmu bisa jadi adalah kafe yang menjual minuman lain seperti kopi atau jus.
Meskipun mereka tidak menawarkan produk yang sama, kompetitor tidak langsung tetap penting untuk diperhatikan karena mereka bisa menarik pelanggan yang sama. Memahami kompetitor tidak langsung membantu kamu melihat peluang untuk memperluas pasar atau menawarkan produk tambahan yang bisa menarik pelanggan dari kompetitor tidak langsung.
Setelah menentukan siapa saja kompetitor, langkah berikutnya adalah mencari hal-hal yang sudah bagus dari mereka. Ini bisa mencakup berbagai aspek seperti kualitas produk, layanan pelanggan, strategi pemasaran, dan inovasi produk. Mengetahui apa yang mereka lakukan dengan baik bisa memberikan kamu inspirasi untuk meningkatkan bisnismu.
Salah satu hal yang perlu kamu perhatikan adalah kualitas produk yang ditawarkan oleh kompetitor. Apakah produk mereka lebih baik dalam hal rasa, kemasan, atau bahan baku? Dengan memahami keunggulan produk kompetitor, kamu bisa mencari cara untuk meningkatkan kualitas produkmu sendiri.
Layanan pelanggan yang baik bisa menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan. Perhatikan bagaimana kompetitor menangani keluhan pelanggan, seberapa cepat mereka merespons, dan bagaimana mereka menjaga hubungan dengan pelanggan. Kamu bisa belajar dari praktik terbaik mereka dan menerapkannya dalam bisnismu.
Strategi pemasaran yang efektif bisa membantu kompetitor menarik lebih banyak pelanggan. Perhatikan bagaimana mereka mempromosikan produk, saluran pemasaran apa yang mereka gunakan, dan jenis konten apa yang mereka buat. Dengan memahami strategi pemasaran kompetitor, kamu bisa menemukan cara untuk membuat kampanye pemasaran yang lebih efektif.
Selain mencari hal-hal yang bagus dari kompetitor, penting juga untuk mencari kelemahan mereka. Kelemahan ini bisa menjadi peluang bagi kamu untuk menawarkan solusi yang lebih baik dan menarik lebih banyak pelanggan. Berikut adalah beberapa cara untuk menemukan kelemahan kompetitor:
Membaca ulasan pelanggan kompetitor bisa memberikan wawasan tentang kelemahan mereka. Perhatikan keluhan yang sering muncul, seperti kualitas produk yang buruk, layanan pelanggan yang lambat, atau harga yang terlalu tinggi. Kamu bisa membaca ulasan ini di marketplace atau review google. Dengan mengetahui kelemahan ini, kamu bisa menawarkan solusi yang lebih baik dalam bisnismu.
Lakukan analisis mendalam terhadap produk kompetitor. Apakah ada fitur yang kurang atau masalah kualitas yang sering muncul? Bila perlu, kamu bisa membeli atau mencicipi terlebih dahulu produk yang sudah ada. Dengan memahami kelemahan produk kompetitor, kamu bisa mengembangkan produk yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Perhatikan juga kelemahan dalam strategi pemasaran kompetitor. Apakah mereka kurang aktif di media sosial, atau kampanye pemasaran mereka kurang menarik? Dengan mengetahui kelemahan ini, kamu bisa menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan menarik lebih banyak pelanggan.
Setelah mengumpulkan informasi tentang kompetitor, langkah berikutnya adalah membuat analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Analisis SWOT membantu kamu memahami posisi bisnismu dibandingkan dengan kompetitor dan menemukan peluang untuk berkembang.
Identifikasi kekuatan bisnismu dibandingkan dengan kompetitor. Apa yang membuat produk atau layananmu unik dan lebih baik? Kekuatan ini bisa mencakup kualitas produk, layanan pelanggan, inovasi, atau harga yang kompetitif. Dengan mengetahui kekuatanmu, kamu bisa menekankan keunggulan ini dalam strategi pemasaran.
Identifikasi kelemahan bisnismu dibandingkan dengan kompetitor. Apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan? Kelemahan ini bisa mencakup kurangnya fitur produk, layanan pelanggan yang kurang memuaskan, atau strategi pemasaran yang kurang efektif. Dengan mengetahui kelemahanmu, kamu bisa mencari cara untuk memperbaikinya.
Identifikasi peluang yang bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan bisnismu. Peluang ini bisa muncul dari kelemahan kompetitor, tren pasar, atau kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi. Dengan mengetahui peluang ini, kamu bisa menyusun strategi untuk memanfaatkannya dan mengembangkan bisnismu.
Identifikasi ancaman yang bisa menghambat perkembangan bisnismu. Ancaman ini bisa datang dari kompetitor baru, perubahan tren pasar, atau regulasi pemerintah. Dengan mengetahui ancaman ini, kamu bisa menyusun strategi untuk menghadapinya dan menjaga keberlanjutan bisnismu.
Meriset kompetitor adalah langkah penting dalam mengembangkan bisnis. Dengan menentukan siapa saja kompetitor, mencari hal yang bagus dari mereka, menemukan kelemahan mereka, dan membuat analisis SWOT, kamu bisa menyusun strategi yang lebih efektif dan memenangkan persaingan di pasar.